Senin, 21 Februari 2011

Bagaimana sih Menjadikan Murid Yang Teralienasi (Terasing) kembali Bersemangat????


Percaya gag, kalau problem motivasi paling sulit adalah ketika seorang murid yang tidak punya minat dalam belajar, apatis, bahkan menjauhkan diri dari yang namanya pembelajaran sekolah?? Itu adalah tantangan terberat bagi seorang pendidik untuk mengajak anak-anak yang seperti itu untuk kembali berminat belajar. Sulit memang, namun itu bukanlah hal yang mustahil bukan??? Tentunya, untuk mendekati murid seperti ini, diperlukan usaha yang kuat dalam mensosialisasikan kembali sikap mereka terhadap minat belajar disekolah.
Berikut ada beberapa tips mendekati murid yang teralienasi :
a.      Kembangkan hubungan positif dengan murid. Tentunya ini hal yang pertama harus dilakukan pendidik, karena dengan seorang murid menyukai pengajarnya, otomatis murid akan lebih mudah untuk diajak agar mau belajar. Walau terkadang murid menolak, lakukan hal ini secara periodik, dan penuh kesabaran.
b.      Buat suasana disekolah menjadi menarik. Untuk menarik minat seorang murid, carilah sesuatu hal yang menarik bagi murid tersebut, bahkan jika memungkinkan masukkan minat murid itu dalam tugas mereka.
c.       Ajari mereka strategi untuk membuat belajar menjadi menyenangkan. Dengan hal ini, memungkinkan seorang murid lebih tertarik dalam belajar, karena ada sebagian murid yang menjadi malas belajar karena ia kurang mendapat perhatian ketika pendidik mengajar. Bantukah mereka memahami dan mencari jalan untuk membimbing murid agar bangga dengan hasil kerja keras mereka sendiri.
d.      Pertimbangkan penggunaan mentor. Mentor terkadang juga menjadi salah satu solusi untuk menghadapi murid yang teralienasi. Carilah mentor dari komunitas murid yang lebih tua dan dapat dipercaya juga yang dihormati oleh murid yang tidak tertarik dalam belajar tersebut.
Sumber : Santrock, John W. 2010. PSIKOLOGI PENDIDIKAN, Edisi Kedua, Cetakan Ke-3. Jakarta:Kencana
By : sRi Rizki AmANda

Sabtu, 19 Februari 2011

BEHIND SCENE UPIN IPIN


                Siapa sich yang nggak kenal dengan dua tokoh yang lucu, badung namun bisa mengajarkan kita banyak hal tentang kehidupan. Upin Ipin. Dibalik boomingnya film animasi 3D Upin Ipin, hal itu tidak terlepas dari peranan orang-orang yang berbakat dan memiliki potensi dalam bidang teknologi. Pendidikan teknologi ternyata punya andil besar dalam perkembangan dunia film. Tanpa adanya pendidikan tentang teknologi, mungkin Upin Ipin tidak akan sesukses ini. Peranan teknologi dalam pembuatan film Upin Ipin menjadi contoh yang patut diikuti oleh masyarakat lainnya. Selain untuk mengembangkan bakat yang telah ada, hal ini juga berperan dalam memajukan dunia perfilman.
Di zaman yang telah sangat maju, teknologi menjadi hal yang sangat penting untuk kita pelajari. Seperti posting yang saya ungkapkan beberapa hari lalu, teknologi literasi adalah kebutuhan yang begitu penting bagi para peserta didik. Dengan menguasai teknologi, kita dapat mengeluarkan karya-karya besar, bahkan tidak hanya untuk kepentingan personal, tapi juga dapat menjadi karya anak bangsa yang dapat dibanggakan oleh dunia. Besar bangetkan peranan teknologi. Makanya, dari sekarang semasih waktu untuk belajar begitu banyak, kita tidak boleh  membuang waktu untuk hal-hal yang dapat merugikan diri kita, karena otomatis bangsa pun bakal rugi karena kita... SEMANGAT!!!!!
By : sRi RizKi AmanDA
20 FeBruari 2011

Senin, 14 Februari 2011

Apa sih Teknologi Literasi Itu???


Di abad yang begitu canggih masih banyak juga masyarakat yang belum mahir dalam menggunakan teknologi yang ada. Apalagi dalam bidang pendidikan. Itulah sebabnya mengapa Indonesia masih tertinggal dari negara lain. Karena itu, masyarakat saat ini dituntut agar melek teknologi (technology literacy), sehingga masyarakat mampu memilih, merancang, membuat, dan menggunakan hasil-hasil rekayasa teknologi tersebut, khususnya bagi para peserta didik dalam lingkup pendidikan. Melek teknologi (technology literacy) berarti peserta didik aktif terlibat dalam proses teknologi atau belajar memanfaatkan hasil teknologi dengan tidak hanya mengetahui, atau sekedar tau teknologi.
Karena perkembangan teknologi begitu pesat, peserta didik perlu menyiapkan diri agar memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Selain itu peserta didik dibebaskan untuk belajar secara mandiri dalam mengembangkan pembelajaran teknologi dalam kehidupan sehari-harinya. Sehingga sekolah perlu menerapkan pembelajaran tentang teknologi, yaitu dengan menerapkan pendidikan berbasis luas (broad based).
Broad based (pendidikan berbasis luas) memberikan kesempatan bagi peserta didik dalam pengembangan minat, bakat, dan kemampuan dasar dalam bidang teknologi. Manfaat dari teknologi literasi sangatlah besar, karena tidak hanya untuk saat ini, namun juga untuk masa yang akan datang. Dengan peserta didik melek akan teknologi, secara tidak langsung juga memajukan negeri ke ruang lingkup yang lebih modern. Begitu besar bukan manfaatnya?? Makanya, ayo tingkatkan prestasi dengan belajar, dan menggunakan fasilitas teknologi yang tersedia. Tapi jangan salah menggunakannya yha....
Sumber : Munir. 2010. Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung : Alfabeta dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Hasil Diskusi

Sri Rizki Amanda (10-017)
Maria Siagian (10-049)
Christian YWS (10-099)


Dewasa ini perkembangan teknologi sangat cepat dan berpengaruh pada sitem pendidikan juga. Sistem pendidikan sekarang mulai berbasis pengembangan teknologi. Sekarang, pembelajaran tidak hanya terbatas ruang dan waktu, pembelajaran dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.
Menurut kelompok kami, sistem pembelajaran dengan menggunakan e-mail dan blog sangatlah baik karena membantu mahasiswa dan dosen dalam pengaplikasian sistem pendidikan yang mulai menuju ke arah pengembangan teknologi. Dengan adanya e-mail dan akun blog membuat sistem perkuliahan lebih efisien dan efektif. Dengan adanya e-mail dan blog, kita dapat mengakses info-info penting mengenai hal-hal yang berhubungan dengan mata kuliah psikologi pendidikan, misalnya mengenai konferensi guru, dan juga bisa share dengan teman-teman mengenai topik permasalahan dalam mata kuliah dengan membaca solusi teman-teman di blog.
Di luar psikologi pendidikan, blog dan e-mail mampu memancing daya kreativitas mahasiswa. Blog, misalnya, mahasiswa terpancing untuk mendesign blog dengan kreativitasnya agar menarik ataupun menambah informasi-informasi lain. Makanya tidak heran jika mahasiswa mampu duduk berjam-jam di depan monitor hanya untuk men-design blog ataupun mencari informasi-informasi lain yang berhubungan lewat e-mail yang dikirimkan dosen.
Indonesia sendiri, khususnya Medan sebagai ibukota provinsi, belum begitu menyadari akan keberadaan dan  pentingnya pembelajaran e-learning. Pembelajaran e-learning ialah pembelajaran dengan menggunakan bantuan alat elektronika, misalnya komputer ataupun modem. Pembelajaran e-learning sendiri bermanfaat agar dunia pendidikan juga tidak ketinggalan dengan kemajuan teknologi. E-mail maupun blog merupakan sarana yang tersedia di dunia maya guna menyampaikan pesan, baik secara private (e-mail) dan publik (blog).  Masih sedikit sekolah-sekolah yang mulai menggunakan pembelajaran e-learning, kalaupun ada itu hanya ada di sekolah-sekolah bertaraf tinggi. Bantuan negara untuk pendidikan pun sering tidak jelas arahnya.
Namun, dengan diterapkannya pembelajaran berbasis e-learning ini pada mata kuliah psikologi pendidikan, menjadikan mahasiswa bukan saja berkutat pada bahan ajar, namun dapat mengekspresikannya lewat solusi-solusi pada topik permasalahan, bahkan dengan bonus mampu menekspresikan dirinya lewat design-design blog.
Namun, yang perlu diperhatikan ialah kita tidak berkutat pada masalah alat-alat pembelajarannya, seperti modem,  tapi pada hasil maksimum yang dicapai dari penerapan pembelajaran e-learning ini.

Senin, 07 Februari 2011

Psikologi Pendidikan dan Media Pembelajaran


                Hubungan pendidikan dengan media pembelajaran sangat erat kaitannya. Bagaimana tidak, pendidikan tidak akan berlangsung lancar tanpa media-media pembelajaran. Dewasa ini telah banyak media pembelajaran yang menjadi vasilitas dan kebutuhan utama selain buku-buku pelajaran. Apa sajakah hal itu?? Berikut pembahasannya yhaa...
                Media pembelajaran tersebut seperti buku-buku referansi, teknologi modern yang kini bahkan telah menjadi media utama selain buku. Teknologi modern tersebut contohnya adalah komputer dan internet. Media terse menbut kini telah menjadi fenomena menarik dalam dunia pendidikan. Karena bukan hanya pembelajaran yang dapat kita akses namun komputer dan internet juga sangat memudahkan kita dalam belajar dan mencari berbagai ilmu pengetahuan (bilal dipakai dengan aturan yang benar).
                Internet adalah inti dari komunikasi melalui komputer, sistem yang berisi ribuan jaringan komputer yang terhubung diseluruh duni, menyediakan nformasi yang tak terhingga yang dapat diakses murid (Santrock, 2010 Hal: 494). Dengan internet murid dan guru dapat men-download  data dari berbagai situs, menganalisis data, dan berkomunikasi secara elektronik. Bagaimana cara memilih dan menggunakan teknologi dikelas??
a.       Pilih teknologi dengan tujuan untuk membantu murid melakukan eksplorasi aktif, menyusun dan merestrukturisasi informasi.
b.      Cari cara untuk menggunakan teknologi sebagai bagian dari pembelajaran kolaboratif dan pembelajaran dunia nyata.
c.       Pilih teknologi yang menyajikan model positif bagi murid.
d.      Keahlian pengajaran Anda amat penting, terlepas dari teknologi yang Anda pakai.
e.      Teruslah mempelajari teknologi dan tingkatkan pengetahuan dan kompetensi bidang teknologi.
Itulah beberapa tips menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran dikelas untuk membantu memperlancar proses pembelajaran dikelas.
Sumber : Santrock, John W. 2010. PSIKOLOGI PENDIDIKAN, Edisi Kedua, Cetakan Ke-3. Jakarta:Kencana
By : sRi Rizki AmANda

Template by:

Free Blog Templates