Senin, 16 Mei 2011

PERENCANAAN

SRI RIZKI AMANDA (10 - 017)
MARIA SIAGIAN (10-049)
CHRISTIAN YWS (10-099)

Tema : Peran Teknologi sebagai Media Pembelajaran pada Mahasiswa
Judul :

PEMANFAATAN TEKNOLOGI IN-FOCUS PADA KEGIATAN PERKULIAHAN DI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
A.    PENDAHULUAN
Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang terus bahkan berlangsung dengan cepat. Pengaruh perkembangan teknologi dan informasi meluas ke berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Teknologi mulai  diterapkan dalam pendidikan karena adanya pandangan, bahwa science diyakini dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Berbagai macam produk teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran seperti in-focus, laptop, video, televisi, dan sebagainya menunjukkan bahwa kehadiran produk teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu keniscayaan dalam pendidikan, khususnya dalam pembelajaran di masa sekarang dan masa yang akan datang.
Berdasarkan paparan di atas, kami ingin mengetahui tentang peranan salah satu teknologi yang sekarang mulai digunakan dalam kegiatan perkuliahan, yaitu in focus. Oleh karena itu, kami mengambil judul PEMANFAATAN TEKNOLOGI IN-FOCUS PADA KEGIATAN PERKULIAHAN DI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA. Judul ini berhubungan dengan topik yang diberikan yaitu Peran Teknologi sebagai Media Pembelajaran pada Mahasiswa. Tugas ini bertujuan untuk memenuhi Tugas Mini Proyek mata kuliah Psikoloogi Pendidikan dibawah bimbingan Ibu Filia Dina Anggaraeni.
Alasan kami memilih judul tersebut dikarenakan belum optimalnya penggunaan teknologi di zaman yang sudah sangat maju. Hal ini berdasarkan pengamatan kami pada berbagai kegiatan perkuliahan yang belum mengoptimalkan penggunaan in focus di lingkungan Universitas Sumatera Utara. Memang, ada beberapa kegiatan perkuliahan yang didominasi dengan penggunaan in focus, namun ada juga yang belum menggunakannya. Kami mengaitkan fenomena tersebut dengan teori Psikologi Pendidikan yaitu Sumber Belajar Dalam Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sumber belajar dipilih berdasarkan kompettensi, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi dasar. Sumber-sumber belajar sebaiknya bervariasi agar memberikan pengalaman yang luas kepada mahasiswa. Penggunaan sumber belajar yang tepat akan menunjang keefektifan proses pembelajaran.
B.     LANDASAN TEORI
Teknologi pendidikan merupakan pengembangan, penerapan, dan penilaian sistem-sistem, teknik-teknik, dan alat-alat baru untuk memperbaiki prosespembelajaran. Teknologi pendidikan adalah penerapan pengetahuan ilmiah tentang belajar dan kondisi belajar untuk memperbaiki efektivitas dan efisiensi pengajaran dan pelatihan.kurikulum dan teknologi pendidikan saling melengkapi. Teknologi pendidikan memiliki peran yang besar pada pengembangan kurikulum karena dalam merancang, menyusun, dan mengembangkan kurikulum menjadi sumber yang menentukan strategi pembelajaran dengan menempatkan pengajar tidak hanya sebagai pelaksana, namun sebagai perekayasa dalam proses pembelajaran. Kurikulum disusun dengan mempertimbangkan sumber  belajar dan media pembelajaran yang dibutuhkan dan sudah tersedia, sehingga memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara nyata, bermakna, luas, dan mendalam.
Sumber belajar adalah bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan dan diperlukan untuk membantu dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Sumber belajar dapat berupa buku teks, media cetak, media elektronik, narasumber, lingkungan alam sekitar, dan sebagainya yang dapat meningkatkan kadar keaktifan dalam proses pembelajaran. Sumber  belajar dipilih berdasarkan kompetensi, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi dasar. Sumber-sumber belajar sebaiknya bervariasi agar memberikan pengalaman yang luas kepada mahasiswa. Penggunaan sumber belajar yang tepat akan menunjang keefektifan proses pembelajaran.
Sumber belajar berfungsi untuk:
1.      Pengembangan bahan ajar secara ilmiah dan objektif.
2.      Mendukung terlaksananya program pembelajaran yang sistematis.
3.      Membantu pengajar dalam mengefisienkan waktu pembelajaran dan menghasilkan pembelajaran yang efektif.
4.      Meringankan tugas pengajar dalam menyajikan informasi atau materi pembelajaran, sehingga pengajar dapat lebih banyak memberikan dorongan dan motivasi belajar kepada peserta didik.
5.      Meningkatkan keberhasilan pembelajaran karena peserta didik dapat belajar lebih cepat dan menunjang penguasaan materi pembelajaran.
6.      Mempermudah peserta didik untuk mendapatkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sehingga peran pengajar tidak dominan dan menciptakan kondisi atau lingkungan belajar yang memungkinkan peserta didik belajar.
7.      Peserta didik belajar sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, dan minatnya.
8.      Memberikan informasi atau pengetahuan yang lebih luas tidak terbatas ruang, waktu, dan keterbatasan indera.
Berbagai sumber belajar dapat digunakan baik oleh pengajar maupun peserta didik dalam pembelajaran, termasuk di dalamnya pembelajaran berbasis TIK, antara lain:
1.      Buku Kurikulum. Buku kurikulum sangat penting sebagai pedoman untuk menentukan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan materi pembelajaran. Pengajar harus menjabarkan materi pokok menjadi bahan ajar yang terperinci.
2.      Buku Teks. Buku teks digunakan sebagai sumber bahan belajar. Buku teks tidak selamanya harus satu jenis atau dari satu orang pengarang saja,melainkan hendaknya bervariasi agar mendapatkan materi pembelajaran yang luas.
3.      Sumber belajar media elektronik hasil rekayasa teknologi. Sumber belajar berupa media elektronik hasil rekayasa teknologi.  Media elektronik adalah komputer (seperti internet), televisi, VCD/DVD, radio, kaset, dan sebagainya. Media elektronik ini yang dimanfaatkan adalah program-programnya yang berkaitan dengan bahan belajar suatu mata pembelajaran.
4.      Internet. Internet dengan jaringan kerjanya (network) merupakan sumber untuk mendapatkan segala macam bahan ajar. Bahan ajar tersebut bisa dicetak atau dicopy.
5.      Penerbitan Berkala. Penerbitan berkala seperti surat kabar harian atau majalah yang terbit mingguan atau bulanan. Penerbitan ini bnayak berisikan informasi yang berkenaan dengan bahan ajar. Penyajiaannya menggunakan bahasa yang populer yang mudah dipahami, karena itu sangat baik jika dijadikan sebagai bahan ajar.
6.      Laporan Hasil Penelitian. Laporan hasil penelitian biasanya diterbitkan oleh lembaga penelitian, perguruan tinggi, atau para peneliti. Laporan hasil penelitian ini bisa dijadikan bahan belajar yang aktual dan mutakhir.
7.      Jurnal. Jurnal adalah penerbitan hasil penelitian dan pemikiran ilmiah. Isinya hasil penelitian atau hasil pemikiran yang sangat bermanfaat untuk digunakan sebagai sumber bahan belajar. Hasil penelitian ini kebenarannya telah dikaji dan diuji.
8.      Narasumber. Narasumber adalah orang-orang yang mempunyai keahlian pada suatu bidang. Pemanfaatan narasumber bisa dihadirkan di kelas atau dikunjungi ke tempat kerja profesional tersebut.
9.      Lingkungan. Lingkungan ini seperti lingkungan alam, ekonomi, sosial, seni, budaya, teknologi, atau industri. Lingkungan dapat menjadi sumber belajar pada mata pelajaran terkait dengan penjelasan topik tertentu yang memerlukan pemanfaatan lingkungan. Misalnya, mempelajari materi pembelajaran tentang pertanian, maka peserta didik dibawa ke lingkungan sekitar persawahan. Untuk mempelajari tentang perdagangan, peserta didik dibawa ke pasar atau ke toko.
Pengklasifikasian sumber belajar, termasuk di dalamnya sumber belajar pada pembelajaran berbasis TIK, yang lain yaitu terbagi menjadi enam aspek, yaitu:
1.      Pesan (Message).
Pesan biasanya berupa perangkat lunak (software) seperti fakta, data/ide, atau informasi. Perangkat lunak ini disampaikan oleh pengajar kepada peserta didik yang akan menerimanya. Perangkat lunak ini bisa disajikan melalui hardware. Sumber belajar itu untuk menjawab pertanyaan apa yang disampaikan, yaitu pesan. Proses pembelajaran yang melibatkan sumber belajar memungkinkan peserta didik untuk berinteraksi langsung menerima informasi yang berupa pesan tersebut.
2.      Manusia (People).
Manusia yaitu sumber belajar berupa orang yang menyampaikan pesan. Misalnya pengajar yang menyampaikan pesan belajar berupa materi pembelajaran kepada peserta didik. Sumber belajar itu diperlukan untuk menjawab pertanyaan siapa yang menyampaikan pesan itu, yaitu orang. Dengan demikian, proses pembelajaran yang melibatkan sumber belajar memungkinkan peserta didik untuk berkomunikasi langsung dengan orang yang menjadi narasumbernya.
3.      Teknik (Technique).
Teknik yaitu kegiatan atau aktivitas menyampaikan pesan belajar. Misalnya, peserta didik mempelajari cara mengoperasikan komputer dengan teknik belajar mandiri. Sumber belajar itu untuk  pertanyaan dengan cara bagaimana pesan itu disampaikan yaitu teknik. Proses pembelajaran yang melibatkan sumber belajar memungkinkan peserta didik untuk berinteraksi langsung menerima informasi melalui teknik tertentu.
4.      Bahan (Materials)
Bahan yang dimaksud disini adalah bahan-bahan  yang mangandung pesan belajar yang dapat dipelajari. Ini meliputi bahan tercetak seperti buku, majalah, surat kabar, dan sebagainya, serta bahan-bahan yang tidak tercetak, yaitu bahan elektronik seperti televisi, radio, atau komputer. Sumber belajar itu untuk menjawab pertanyaan dengan apa pesan itu disampaikan, yaitu bahan. Proses pembelajaran yang melibatkan sumber belajar memungkinkan peserta didik untuk berinteraksi langsung menerima informasi melalui bahan.
5.      Alat/Perlengkapan (Tool/Equipment)
Alat/Perlengkapan (Tool/Equipment) atau perangkat keras (hardware) sebagai media untuk menyajikan perangkat lunak (software). In-focus, untuk menampilan materi atau program yang terdapat pada video, televisi, komputer, dan sebagainya. Sumber belajar itu untuk menjawab pertanyaan dengan apa pesan itu disampaikan, yaitu alat. Proses pembelajaan yang melibatkan sumber belajar memungkinkan peserta didik untuk berinteraksi langsung menerima informasi menggunakan berbagai alat yang menunjang.
6.      Lingkungan (Setting)  
Lingkungan yang dimaksud disina adalah tempat dan situasi disampaikannya pesan belajar. Tempat yang dimaksud adalah ruang kelas, ruang laboratorium, ruang perpustakaan, dan sebagainya. Sedangkan situasi menunjukkan lingkungan bukan fisik, seperti cuaca, iklim, udara, dan sebagainya. Sumber belajar itu untuk menjawab pertanyaan dimana pesan disampaikan, yaitu dilingkungan. Proses pembelajaran yang melibatkan sumber belajar memungkinkan peserta didik untuk berinteraksi langsung ditempat atau lingkungan belajar.
7.      Alat/Perlengkapan (Tool/Equipment)
Alat/Perlengkapan (Tool/Equipment) atau yang biasa disebut perangkat keras (hardware). Alat ini untuk menyajikan sumber belajar dalam bentukperangkat lunak (software). Misalnya Overhead Projector (OHP) untuk menampilkan program yang terdapat pada transparansi, televisi, komputer, dan sebagainya.
            Berdasarkan landasan teori di atas muncul suatu permasalahan apakah in-focus memang sudah efektif diterapkan dilingkungan perkuliahan. Mengingat bahwa sumber belajar dapat dimanfaatkan dan digunakan untuk membantu pengajar maupun peserta didik dalam proses pembelajaran. Penggunaan sumber belajar yang tepat juga menunjang keefektifan proses pembelajaran.
C.    ALAT DAN BAHAN
-          Kamera
-          Alat Tulis
-          Angket
-          Reward berupa Permen

D.    ANALISIS DATA
            Kami menggunakan teknik pengumpulan data dalam bentuk angket. Angket berisi 8 pertanyaan mengenai tanggapan responden tentang penggunaan in-focus dalam perkuliahan mereka dan seefektif apakah peranan in-focus tersebut. Kami memilih 60 responden secara acak dari beberapa fakultas di Universitas Sumatera Utara. Dengan menggunakan angket ini kami berharap dapat mengetahui bagaimana sebenarnya peran in-focus dalam membantu proses perkuliahan di beberapa fakultas di Universitas Sumatera Utara. Karena seperti yang kita ketahui tidak semua fakultas harus menggunakan in-focus dalam proses perkuliahan. Oleh karena itu, kami ingin mengetahui bagaimana sebenarnya peran in-focus bagi responden.
            Kami memilih sampel secara acak di beberapa fakultas di Universitas Sumatera Utara untuk tugas proyek mata kuliah Psikologi Pendidikan.

JADWAL PELAKSANAAN
No
Jadwal Kegiatan
Mei
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
16
17
18
1.
Mengganti topik awal menjadi Peran teknologi sebagai media belajar pada mahasiswa
-
-
X

-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
2.
Menyusun perencanaan proyek
-
-
-
-
X
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
3.
Membeli Reward untuk responden
-
-
-
-
-
X
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
4.
Merampungkan tugas perencanaan
-
-
-
-
-
-
-
X
-
-
-
-
-
-
-
-
-
5.
Evaluasi dan bimbingan dengan Dosen Pengampu
-
-
-
-
-
-
-
-
X
-
-
-
-
-
-
-
-
6.
Menyebarkan angket
-
-
-
-
-
-
-
-
-
X
X
X
-
-
-
-
-
7.
Membuat rancangan Pelaporan dan Evaluasi
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
X
-
-
-
-
8.
Mendesaign Poster
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
X
X
-
-
-
9.
Posting Blog
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
X
X

Senin, 09 Mei 2011

Tentang 3 Mei 2011, Permainan Becak-Becak diKelas Psikologi Pendidikan...


            Masii inget gag dengan lagu Becak yang sering kita nyannyikan waktu TK dulu??? Hmmm... mengenang masa kecil, begitu asik yya?? Apalagi saat kecil adalah waktu paling membahagiakan bagi saya, belum banyak beban yang mesti saya pikirkan... walau sii, saya terlahir dan besar didaerah yang penuh dengan kontak senjata dan peliknya masa-masa DOM (Daerah Operasi Militer) yang diberlakukan RI untuk Aceh pada saat itu. Cukup sulit bagi jiwa seorang anak kecil menerima tekanan akan sulitnya masa konflik di Aceh.. tapi itu tidakk menghalangi saya untuk menjadi pribadi yang hingga saat ini bisa menikmati indahnya menjadi seorang remaja yang berkembang normal seperti orang lain. Cukup kali ya curhat colongannya.. heheh..
            Jadi begini, sebenarnya saya ingin membagi pengalaman ketika mengikuti mata kuliah Psikologi Pendidikan di hari selasa, tanggal 3 Mei 2011. Pagi itu, kami sekelas dipandu oleh Dosen kami, Bu Filia Dina untuk menggerakkan kaki mengikuti irama lagu anak-anak (Becak). Bagi saya, hal tersebut sangat mengasyikkan, karena selain untuk membuat lebih semangat sebelum mengikuti perkuliahan, hal tersebut juga mengingatkan diri saya akan masa kecil dulu. Namun yang terpenting adalah, menggerakkan kaki mengikuti irama lagu anak-anak sebenarnya berkaitan dengan materi kami pada hari itu, PAEDAGOGI. Dimana materi tersebut menjelaskan pendidikan yang diberikan kepada anak-anak. Jadi untuk bisa lebih memahami bagaimana memberi pendidikan untuk anak-anak, jadi kami diingatkan kembali akan kenangan masa kanak-kanak. Sehingga sebagai calon psikolog (Amiiiiin!!! Seecepatnya!) kami lebih bisa memahami bagaimana bisa mamsuk kedunia anak-anak kembali, walau saat itu kita sudah dewasa, jadi cara menghadapi anak-anakpun bisa lebih mudah... keren Buuu... J
Terima Kasih Bu Filia Dina, Dosen Pengampu Mata Kuliah Psikologi Pendidikan, Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara....

Oleh : Sri Rizki Amanda (10-017)

Andragogi, Pendidikan Orang Dewasakah??? Maksudnya??


Andragogi berasal dari bahasa Yunani yaitu “andr” yang artinya orang dewasa, dan “agogos” yang artinya membimbing atau memimpin. Dari arti kata tersebut, berkembang pengertian bahwa andragogi adalah suatu ilmu dan seni dalam membantu orang dewasa belajar. Asumsi konsep diri pada andragogi, peserta didik dianggap sudah dewasa, sehinga konsep diri atau kepribadiannya berkurang ketergantungannya kepada orang lain. Ia memandang dirinya sudah mampu untuk mengatur dirinya sendiri, sehingga dalam proses pendidikan, para pendidik hanya sekedar mengarahkan. Berbeda bukan dengan konsep paedagogi yang saya posting pada minggu sebelumnya. Konsep diri paedagogi, peserta didik dianggap masih belum mampu untuk mengatur dirinya sendiri. Anak didik dianggap sebagai botol kosong yang siap diisi air. Dan ada juga yang berpendapat bahwa pendidikan terhadap anak ini diibaratkan seperti memahat sebuah patung. Baik botol maupun patung adalah suatu gambaran dari anak didik yang siap menerima apa adanya dari sang pendidik, tanpa harus memberikan komentar, atau mengembangkan sendiri.
Sebagai konselor, pengetahuan mengenai pendidikan orang dewasa ini penting, yaitu untuk membantu orang dewasa belajar kembali, melalui pelatihan dan kursus.  Karena ada hal yang berbeda antara pendidikan anak-anak dan pendidikan/pelatihan orang dewasa, maka diperlukan beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam pembahasan andragogi. Pendidikan orang dewasa perlu disusun sedemikian rupa agar memberi pengalaman-pengalaman yang dapat mencapai tujuan pendidikan. Empat hal perlu diperhatikan. (a) membantu peserta didik agar terrmotivasi untuk berubah; (b) membantu peserta didik untuk mencerna informasi dan pengalaman secara efektif; (c) membantu peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, nilali-nilai, dan sikap, atau ide-ide kreatif; dan (d) membantu peserta didik utnuk mentransfer hal-hal yang dipelajari agar diterapkan dalam kehidupan nyata atau kehiduoan sehari-hari.
Sumber :
Sukadji, S. (2000). Psikologi pendidikan dan psikologi sekolah. Depok: Lembaga Pengambangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (Wajib).

Senin, 02 Mei 2011

Paedagogi???


Pernah denger istilah Paedagogi??? Hmmmm... sejujurnya ni, saya juga baru mendengar istilah ini setelah masuk perkuliahan di Fakultas Psikologi... huhuhuh... malu saia.. ternyata begitu minim pengetahuan yang saya miliki selama ini.. nah, kali ini saya akan membantu pembaca untuk lebih mengetahui tentang istilah yang satu ini.. yuukkk!!!
Paedagogi adalah program pendidikan yang diberikan untuk anak-anak. Paedagogi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “paedagogia” yang berarti pergaulan dengan anak-anak. Sedang paedagogos ialah seorang pelayan pada jaman yunani kuno yang pekerjaannya mengantar dan menjemput anak-anak sekolah. Paedagagos berasal dari kata “paid” yang artinya “anak” dan “agogos”yang artinya “memimpin atau membimbing”. Dari kata ini maka lahir istilah paedagogi yang diartikan sebagai suatu ilmu dan seni dalam mengajar anak-anak.
Paedagogi dipandang sebagai suatu proses atau aktifitas yang bertujuan agar tingkah laku manusia mengalami proses tersebut mendapat perubahan. Tingkah laku seseorang adalah setiap respons yang dapat dilihat atau diperlihatkan oleh orang lain. Paedagogi termasuk ilmu yang sifatnya teoritis dan praktis. Karena itu paedagogi banyak berhubungan dengan ilmu-ilmu lain seperti: ilmu sosial, filsafat dan tentunya ilmu psikologi.
Paedagogi terbatas pada ilmu pendidikan anak atau ilmu mendidik anak. Menurut M.J. Langeveld, pendidikan baru terjadi ketika anak telah mengenal kewibawaan, syaratnya yaitu terlihat pada kemampuan anak memahami bahasa, karena sebelum itu dalam pedagogik anak tidak disebut telah dididik yang ada adalah pembiasaan. Sedang batas atasnya yaitu ketika anak telah mencapai kedewasaan atau bisa disebut orang dewasa.

Mengapa Pedagogik diperlukan?
Ada dua alasan yang melandasinya jawaban dari pertanyaan ini, yaitu bahwa paedagogi sebagai suatu sistem pengetahuan tentang pendidikan anak diperlukan, karena akan menjadi dasar bagi praktek mendidik anak. Selain itu bahwa paedagogi akan menjadi standar atau kriteria keberhasilan praktek pendidikan anak. Kedua, manusia memiliki motif untuk mempertanggungjawabkan pendidikan bagi anak-anaknya, karena itu agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, praktek pendidikan anak memerlukan paedagogi sebagai landasannya agar tidak jadi sembarangan.
Untuk meyakinkan lebih jauh, paedagogi jelas memiliki kegunaan diantaranya bagi pendidik untuk memahami fenomena pendidikan secara sistematis, memberikan petunjuk tentang yang seharusnya dilaksanakan dalam mendidik, menghindari kesalahan-kesalahan dalam praktek mendidik anak juga sebagai ajang untuk mengenal diri sendiri dan melakukan koreksi demi perbaikan bagi diri sendiri.
By : Sri Rizki Amanda, 10-017

Sumber :

Senin, 25 April 2011

Apa saja Kompetensi yang Harus dimiliki Konselor Dalam Memberikan Bimbingan dan Konseling??


                Seorang psikolog sekolah idealnya berkompeten dalam berbagai ranah. Namun, pada kenyataan sehari-hari tidak semua konselor memiliki seluruh kompetensi tersebut. Kebanyakannya hanya dapat menguasai lebih dalam satu bidang di banding bidang lain. Berikut kompetensi yang dibahas adalah bidang yang dimiliki oleh psikolog sekolah menurut Ysseldyke (1986).
  • Managemen Kelas. Hal ini penting diterapkan oleh guru, karena banyak guru yang mengalami kesulitan dalam mengelola kelas. Managemen kelas yang dapat dipelajari oleh psikolog sekolah antara lain : memulai tahun ajaran baru, membuat strukutr lingkungan belajar yang efektif dan menangani situasi kritis. 
  • Komunikasi dan Konsultasi Antar Pribadi. Psikolog harusnya tahu mengenai perkembangan dan penerapan keterampilan interpersonal sebagai bekal dalam melakukan konsultasi. Karena banyak masalah yang timbul dalam lingkungan pendidikan adalah pengaruh komunikasi interpersonal. Guru kurang efektif berkomunikasi dengan siswa, dengan guru lain, dengan karyawan sekolah dan orangtua siswa. 
  • Keterampilan Dasar Akademik dan Kehidupan. Psikolog sekolah adalah orang yang seahrusnya tahu banyak mengenai teori belajar dan aplikasinya dalam proses pendidikan. Banyak pengetahuan mengenai psikologi erat kaittannya dengan pengajaran akademik maupun keterampilan dalam kehidupan (seperti perkembangan kemandirian dan perilaku adapatif). 
  • Keterampilan Afektif/Sosial. Psikolog sekolah harus siap menjadi fasilitator dalam mengembangkan program instruksional untuk siswa dan melakukan pelatihan keterampilan-keterampilan afektif dan sosial. 
  • Keterlibatan Orangtua. Keterlibatan orangtua dalam pendidikan sekolah sangatlah dibutuhkan. Psikolog sekolah ada dalam posisi untuk membantu kerja sama da komunikasi anatar orangtua dengan sekolah. Bahkan untuk kasus-kasus tertentu pengetahuan mengenai konseling keluarga perlu diterapkan. 
  • Struktur dan Organisasi Kelas. Hal diterapkan untuk pemecahan permasalaha kelas, seperti struktur kerja sama mencapai tujuan, pengajaran oleh teman sebaya, fasilitas dan sarana, dan sebagainya. 
  • Pengembangan dan Perencanaan Sistem. Psikolog dapat menyumbang banyak dalam hal pengorganisasian sekolah dan perencanaan program. Pengetahuan berdasar psikologi dapat diterapkan dalam mengembangkan sistem pengukuran yang afektif, sistem pengembangan staf, penggunaan teknologi dalam managemen informasi dan pengajaran, dan pendekatan formal dan informal untuk mengevaluasi program dan merencanakan perubahan, dan pemecahan masalah berdasar sistem. 
  • Pengembangan Ketterampilan Staf. Psikolog dapat berperan dalam seleksi, penempatan, maupun perencanaan pengembangan staf. 
  • Perbedaan Individual dalam Perkembangan dan Belajar. Pengetahuan psikologi banyak berkaitan langsung untuk membantu pemahaman personalia sekolah mengenai perbedaan individual. 
  • Hubungan Sekolah dengan Masyarakat. Berdasarkan pengetahuan mengenai koordinasi dan kerja sama antar lembaga, psikolog sekolah dapat membantu staf dalam mengkoordinasikan kegiatan dengan lembaga luar sekolah, seperti biro konsultasi dan lembaga kesehatan masyarakat. 
  • Pengajaran. Adanya teoori belajar yang berkaitan langsung dengan proses belajar mengajar, psikolog sekolah dapat membantu guru mengajar secara efektif. Juga dapat membantu guru menambah intensitas belajar siswa, menetapkan harapan yang realistik bagii anak didiknya, memotivasi mereka untuk belajar, dan meningkatkan langsung cara mengajar. 
  • Isu Etika dan Hukum. Psikolog diharapkan memiliki cukup pengetahuan mengenai hukum dan etika, profesional maupun standar. 
  • Pengukuran dan Evaluasi. Psikolog sekolah harus menngumpulkan data verifikasi dan identifikasi masalah, serta untuk membuat keputusan mengenai individu atau kelompok individu. 
  • Perhatian Mengenai Budaya yang Berbeda-beda. Psikolog sekolah diharapkan memiliki cukup pengetahuan mengenai berbagai latar budaya ini dan menggunakannya untuk dapat berfungsi secara efektif. 
  • Penelitian. Psikolog sekolah terampil dalam melakukan dan mengiterpretasikan hasil reset yang diperlukan dalam penerapan psroses pendidikan.

Sumber :
Sukadji, S. 2000. Psikologi pendidikan dan psikologi sekolah. Depok: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

Template by:

Free Blog Templates